Berkompetisi dalam Kebaikan

Kompetisi kehidupan terkadang tidak manusiawi, namun itulah watak manusia yang ingin selalu survive dalam mengarungi kehidupan. Mari kita mencermati kehidupan manusia secara umum di seluruh pelosok negeri, hampir setiap hari kita melihat, mendengar dan mungkin kita sendiri menjadi salah satu kontestan dalam segala bentuk kompetisi dalam kehidupan ini. kompetisi pekerjaan, ilmu pengetahuan, jabatan dan kompetisi keduniaan lainnya.

Manusia memiliki perbedaan dalam mengartikan tujuan kehidupan, sehingga berbeda pula dalam berkompetisi. Diantara manusia ada yang berlomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya karena, menganggap harta adalah tujuan utama. Ada pula yang beranggapan bahwa jabatan adalah tujuan utama sehingga banyak manusia menjadi ambisius dan menghalalkan segala cara untuk menggapai jabatan yang dia inginkan.

Ajaran Islam juga mengenal kompetisi yang diharuskan bagi pemeluknya, yaitu kompetisi dalam kebajikan dan amal shalih. Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya, maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.2/148).

Islam tidak menafikan kompetisi dalam hal kehidupan duniawi, namun kompetisi yang sebenarnya menurut Islam adalah kompetisi dalam mengumpulkan bekal untuk kehidupan jangka panjang manusia yaitu akhirat. Oleh karenanya banyak Ayat maupun hadist Rasulullah yang memotivasi umatnya untuk selalu berlomba, bergegas, dan terus menerus melakukan kebaikan.

Mari berkaca kepada sahabat Umar bin Khattab  RA. yang selalu ingin mengalahkan Abu Bakar RA. dalam kebaikan, namun beliau merasa tidak sanggup. Salah satu riwayat yang menjelaskan keutamaan Abu Bakar adalah: suatu hari Rasulullah bertanya kepada para sahabat : “Apakah ada seorang diantara kalian yang  berpuasa hari ini?”
maka Abu Bakar menjawab : “saya ya Rosulullah”,
kemudian Rasulullah bertanya lagi: “apakah ada diantara kalian yang hari ini mengeluarkan shodaqoh?”
maka Abu Bakar menjawab : “saya ya Rasulullah”,
kemudian Rasulullah bertanya lagi: “apakah ada diantara kalian yang hari ini menjenguk orang  sakit?”
Maka Abu Bakar menjawab “saya ya Rasulullah”.
Kemudian Rasulullah berkata: “tidaklah sekali-kali semua pekerti ini terhimpun dalam hari yang sama melainkan dia pasti masuk surga” (HR. Muslim).

Islam selalu mengapreseasi setiap kebaikan, sekecil apapun kebaikan akan mendapatkan balasan dari Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.